JK bantah ledakan bom didalangi yang kalah Pilpres




Jumat, 17/07/2009 oleh : John Andhi Oktaveri JAKARTA (bisnis.com): Wapres Jusuf Kalla mengakui perhatian pihak kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN) tidak fokus karena lebih banyak tercurah kepada pengamanan pemilihan presiden.

Komentar Wapres itu terkait dengan aksi peledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Jakarta tadi pagi.

“Memang selama Pilpres ini perhatian polisi, BIN mungkin lebih banyak pada keamanan Pilpres sehingga keamanan agak [terabaikan]. Kedua, Pilpres begitu ramai sehingga banyak sekali acara kiri kanan sehingga orang makin bebas,” ujar JK saat memberikan keterangan kepada wartawan seusai salat Jumat, hari ini. Namun, JK tidak mau berspekulasi siapa pelaku aksi peledakan bom tersebut.

Menurut dia, fokus perhatian saat ini adalah bagaimana mengatasi masalah keamanan karena hal itu akan berdampak pada perekonomian. “Keamanan dulu, rasa aman harus diciptakan. Kalau ekonomi relatif oke, tapi dampak keamanan di mana-mana ada. Mudah-mudahan dapat diatasi,” ujarnya.

JK juga menampik tudingan bahwa aksi tersebut didalangi oleh peserta Pilpres yang kalah dalam Pemilu baru-baru ini. Begitu juga dengan tudingan pihak Australia yang menyebut-nyebut Jamaah Islamiah berada di belakang aksi tersebut.

“Megawati dan saya bikin gitu ya? Tidak, pasti tidak seperti itu,” katanya.

Namun demikian, JK yakin bahwa satu aksi peledakan bom tidak mudah untuk dilakukan begitu saja tanpa perencanaan yang matang, selain butuh waktu panjang.

Berdasarkan pengalaman aksi Bom Bali, lanjutnya, pelaku setidaknya menyiapkan aksi selama 6 bulan, karena selain menyiapkan kendaraan juga bahan peledak. Sedangkan Pilpres baru berlangsung beberapa minggu lalu, katanya.

“Yang ngebom itu perencanaannya jauh sebelumnya, tidak bisa direncanakan seminggu. Pilpres seminggu lalu. Ini lama, lihat saja bom Bali perencanaannya berbulan-bulan. Bom Mariott pun berbulan-bulan. Tidak ada hubungan dengan Pilpres,” katanya.

Bahkan JK juga tidak berani berspekuasi kalau aksi tersebut terkait dengan ucapan selamat yang disampaikan Presiden AS Barrack Obama kepada capres SBY, kendati penghitungan akhir dari KPU atas hasil Pemilu belum selesai dilakukan.

“Saya tidak berani. Bom jangan hitung hari, hitung bulan. Lihat perencanaan dengan bom Bali, enam bulan dia sewa mobil sebelumnya. Ini perencanaan lama. Mungkin karena kita Pilpres jadi keamanan agak tidak fokus,” katanya.

Apalagi, ujar Kalla, pengamanan kedua hotel tersebut termasuk sangat ketat sehingga tidak mudah untuk membuat perencanaan pengeboman.(er)

Comments are closed.

 



animal sex funny video gadis cantik cewek montok bikini youtube video sexy girls photos internet, seo, ponsel biang gosip artis indonesia