85% Remaja Pernah Menonton Film Porno (Hasil Jajak Pendapat)




(Hasil Jajak Pendapat Forum Kependudukan Kab. Bandung  85% Remaja Pernah Menonton Film Porno)

BANDUNG, (PR), Kamis, 30 Juni 2005 (BeNDoT: Kalau Tahun 2007? berapa %?)
Film porno kian dekat saja dengan kehidupan kaum remaja. Sesuai hasil kuesioner yang dilakukan Forum Kependudukan Kab. Bandung, dari 445 responden remaja, ternyata sebanyak 85% di antaranya pernah menonton film porno.

Hal itu disampaikan Hariyana S. Ajisaka, S.H., Ketua Forum Kependudukan Kab. Bandung usai acara temu remaja se-Kabupaten Bandung dengan tema “Problematika Pernikahan Dini” di Gedung Moh. Toha Soreang, Rabu (29/6).

Disebutkan, dari 445 responden tersebut, yang statusnya sudah punya pacar 94%, setuju berpacaran 90%, pernah melakukan pegang-pegangan dengan lawan jenis 100%, berciuman 65%, berpelukan 55%, pernah konsultasi seks 10%, berhubungan badan 0% dan aborsi 0%.

Menurut Hariyana, data kuesioner yang diperoleh dari responden tersebut bisa dijadikan sebagai gambaran kondisi para remaja pada umumnya di Kab. Bandung. Situasi seperti itu pula bisa mendorong mereka untuk melakukan pernikahan dini. Oleh karena itu, Forum Kependudukan Kab. Bandung sengaja mengusung tema problematika pernikahan dini dalam pertemuan tersebut. “Kenyataannya di Kab. Bandung masih banyak masyarakat yang melakukan pernikahan dini dan perceraian.”

Hariyana prihatin, karena data di Pengadilan Agama Cimahi dan Kab. Bandung dalam satu tahun yang melakukan gugat cerai sedikitnya mencapai 1.900. Sedangkan pasangan yang usianya 17-26 tahun saat menikah mencapai 600-700 perkara. Sebanyak 70% gugatan cerai yang dilakukan wanita karena masalah ekonomi. Penyebab perceraian lainnya karena kekerasan dalam rumah tangga dan pengaruh pihak ketiga.

Tabukan seks

Psikolog Elma Triyulianti, S.Psi., yang menjadi nara sumber dalam seminar dan diskusi dalam temu remaja, saat dimintai tanggapannya soal angka 85 % remaja pernah menonton film porno mengatakan, hal itu akibat para orang tua yang menabukann tentang seks.

”Orang tua tidak mau menjelaskannya. Mereka hanya melarang membincangkan seks, tetapi tidak bisa menjelaskan alasan pelarangan atau tabu tersebut. Kalau saja diterangkan baik dari sisi sosial, religius dan aspek kesehatan secara jelas, kemungkinan para remaja akan mematuhinya. Namun, karena banyak dihalang-halangi, sedangkan rasa ingin tahu mereka cukup kuat, mereka akan mencari tahu dengan caranya sendiri,” kata Elma.

Disebutkan pula, selain orang tua harus mampu memberikan penjelasan tentang seks dengan cara yang tepat, benteng pribadi para remaja juga harus dikuatkan sehubungan dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang.

Tantangan

Bupati Bandung H. Obar Sobarna dalam pertemuan remaja itu mengakui, komposisi penduduk usia muda di Kab. Bandung yang cukup tinggi membawa dampak terhadap usia kawin muda. Usia kawin muda di bawah 19 tahun bagi laki-laki sebanyak 130.956 jiwa (6,84 %) dan bagi perempuan sebanyak 355.819 jiwa (19,73 %).

“Kondisi ini merupakan tantangan yang harus ditanggulangi semua pihak, dengan melakukan sosialisasi program pendewasaan usia perkawinan (PUP) dan penundaan anak pertama (PAP) secara berjenjang dan aktif,” kata Obar.

Pada acara temu remaja tersebut selain dilakukan diskusi, juga digelar seminar sehari yang mendatangkan narasumber H. Sudirman dari Pengadilan Agama Kab. Bandung/Cimahi, dr. Etty Kasubdin Kesehatan Keluarga Depkes Kab. Bandung, Dra. Irawati, Seksi Remaja dan Perlindungan Hak-hak Reproduksi (PHR) BKKBN Prov. Jabar dan psikolog Elma Triyulianti. (A-146)***

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0605/30/0304.htm

One Response to “85% Remaja Pernah Menonton Film Porno (Hasil Jajak Pendapat)”

  1. [...] 85% Remaja Pernah Menonton Film Porno (Hasil Jajak Pendapat) [...]

Leave a Reply

 



animal sex funny video gadis cantik cewek montok bikini youtube video sexy girls photos internet, seo, ponsel biang gosip artis indonesia